Sabtu, 09 April 2016

"FATIMAH AZ-ZAHRA"

Chapter 9 :  Kisah Kedelapan - Dua Ekor Kijang -

Beberapa saat Fudeyh memerhatikan Abbas yang terlilit rantai di lehernya. Ada bercak-bercak darah karena kulit lehernya mengelupas. Saat itu hatinya tertikam. Ia jadi ingat engan cucu baginda Rasulullah SAW. Suatu hari, baginda Nabi SAW mendapati leher Sayyidina Husein memerah akibat kalung yang dikenakannya. Seketika itu pula Rasulullah SAW sedih.

Malaikat Jibril pun segera turun dari langit seraya berkata, "Apakah baginda bergitu sedih  terhadap Husein? Di bagian leher yang memerah itulah kelak baginda akan menebasnya..."

Fudeyh pun terenyuh merenungi kisah itu, Sayangnya, ia akhirnya tetap akan pergi melanjutkan perjalanan memimpin karavan sebagai seorang kepala kabilah yang tidak mungkin lagi menarik kata-katanya.

Dalam kondisi seperti itu, Abbas tetap bersyukur ke hadirat Illahi. Saat karavan pergi meninggalkannya, mereka memninggalkan beberapa potong roti kering dan sedikit air. Keadaan hati yang sedemikian mulia inilah mungkin telah mengetuk pintu hati. Saat waktu dhuha akan berakhir, seorang pemuda mendatanginya bersama dua kijang yang telah jinak.

Pemuda itu adalah utusan Junaydi Kindi, ia membawa kabar bahwa Junaydi Kindi sedang ditawan, dipernjara. Setelah, berbincang-bincang bebrapa lama, Abbas mengerti kalau seseorang yang baru datang ini bukanlah sosol sembarangan. Ia membawa memberi tahu kepada Abbas bahwa Wali Kota telah memerintahkan semua orang dilarang keluar dan masuk demi keamanan.

Pemuda itu membantu Abbas melepaskan rantai-rantai besi yang melilitnya dan ia akan mengantar Abbas sampai ke Sungai Eufrat. Kemudian Abbas akan menaiaki kapal smpai Basra.

"Suatu waktu, baginda Fatimah az-Zahra memberikan seekor kijang kepada kedua putranya agar mereka senang bermain. Namun, pada akhirnya, Sayyidina Hasanlah yang memiliki anak kijang itu. Sang adik kecil, Sayyidina Husein sedih karena tidak punya seekor anak kijang. Akhirnya Sayyidina Husein pun menangis. Pada saat itu Rasulullah SAW datang dengan membawa seekor kijang yang sedang menyusui anaknya. Dia adalah induk kijang yang satu dari anaknya ditangkap dan ternyata diberikan kepada Sayyidina Hasan. Sang induk kijang mendengar suara dari langit saat menyusui satu anaknya yang lain. Suara itu mengatakan bahwa anaknya yang pertama telah diberikan kepada Sayyidina Hasan, sementara sang adik menangis meminta hal yang sama. 'Bahagiakanlah buah hati Fatimah. Pergi dan hadiahkan anakmu kepada Husein.'


Tidak ada komentar:

Posting Komentar