Junaydi Kindi hanya memiliki sedikit waktu untuk menemukan dua orang yang dapat bersaksi bahwa dirinya tidak bersalah. Selain itu, sampai dirinya menemukan kedua saksi tersebut, Abbas harus dirantai.
Abbas, anaknya sendiri... Sang anak yang selama bertahun-tahun dicarinya. Ia pun memacu kudanya sekencang-kencangnya, berharap dapat sampai di Karbala dengan segera. Sesampai di Sungai Eufrat, tiba-tiba dirinya dicegat oleh tiga orang. Junaydi Kindi terpaksa melambatkan laju kudanya. Tak lama, dua orang dari mereka menaiki kuda itu. Seorang bocah belumberusia genap enam tahun Nesibe memegangi punggung Junaydi Kindi, ia anak yang diculik saat perampokan di lelmbah padang pasir.
"Demi hormat kepada baginda Fatimah az-Zahra...," kata seorang pemuda saat memberikan bocah itu kepadanya. "Jika Anda tidak membawa bocah ini kepada kerabatnya, ia akan mati di tengah padang sahara ini atau jatuh ke tangan para pedagang budak. Tolonglah bocah ini demi Alquran yang telah menitahkan untuk melindungi hak anak-anak perempuan yang dikubur hidup-hidup!"
Tangan Nesibe yang lemah memegangi punggungnya membuat Junaydi Kindi teringat akan di masa Jahiliah.
Tidak lama lagi ia akan sampai di Karbala. Saat linangan air mata mengalir dari kedua matanya terhempas angin padang pasir, dengan suara keras ia mulai membaca surah at-Takwir.
Baru juga mendekati pintu gerbang kota Karbala, Junaydi Kindi langsung ditangkap. Pemimpin kota telah melarang semua orang keluar-masuk Karbala demi mnagntisipasi kekacauan yang akan terjadi.
Sungguh sangat malu Junaydi Kindi dengan borgol mengunci tangannya, meski sebelum persidangan para petugas keamanan melepaskannya.
"Ya Mabrur! Engkaulah Allah, Zat yang melindungi semua anak yatim," doa Nenek Destigul Tikitri selalu.
Haji Tenzile Hanim juga telah mengeluarkan banyak biaya untuk menyewa pengacara. Namun, hal itu tetap tiak bisa meringankan dakwaan besar untuk tuduhan perampokan. Sungguh tuduhan yang teramat berat. Meski pembelaan telah dilakukan sesuai aturan, tetap saja Junaydi Kindi tidak kunjung dilepaskan.
Pada saat itulah bocah kecil bernama Nesibe melompat ke tengah-tengah persidangan sehingga membuat semua orang tercengang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar