"PASUKAN PENGIBAR BENDERA"
Dengan bangga aku ingin
menulis tentang Paskibra Kab. Siak tahun 2012. Biasanya upacara
kemerdekaan di adakan di lapangan kantor Bupati Siak, tapi tahun 2012
adalah awal dimana setiap upacara kemerdekaan diadakan di depan Tugu
Istana Siak.
Saat calon paskibra di
karantina kurang lebih 35 hari, kita melewati bulan suci ramadhan
tanpa keluarga. Sedih sudah pasti, tetapi kita semua harus tetap
fokus untuk mengibarkan sang saka.
Mungkin teman-teman tidak
begitu memahami mengapa setiap hari senin di adakan upacara penaikan
bendera. Ya, aku juga begitu. Hanya berdiri memakai seragam sekolah
lengkap, mendengarkan protokol membacakan isi acara, pembaca UUD
1945, pembaca Pancasila, Pembaca Tri Prasetya Pelajar, mengheningkan
cipta, dan mendengar Pembina Upacara berpidato.
Tapi setelah aku mengikuti
proses karantina yang cukup berat , aku baru menyadari bahwa betapa
susahnya pahlawan kita saat memperjuangkan bangsa ini. Bayangkan kita
menjadi babu di rumah kita sendiri, orang lain yang menjadi majikan,
menyuruh kita seenaknya saja tanpa memikirkan sedikit rasa pedih yang
kita rasakan.
Saat tanggal 17 Agustus 2012
tiba, jam 10 proklamasi di bacakan dengan tegas dan lantang oleh
inspektur upacara, kemudian dilanjutkan dengan pengibaran bendera
merah putih. Saat itu adalah saat dimana pasukan kami menjadi sorotan
setiap mata yang ada di sana.
Saat bendera terkibar dan
akan di gerek ke atas tiang bendera, alunan indonesia raya pun
terdengar. Air mata terjatuh dengan derasnya, mengapa? Karena yang
aku fikirkan saat itu adalah bagaimana pahlawan kita dengan susah
payah menaikkan sehelain kain tersebut, mereka mempertaruhkan nyawa,
keluarga dan harta. Seragam putih ini jika di pakai saat zaman itu
mungkin saja telah bercucuran darah merah karena tembakan-tembakan
penjajah yang melarang bendera merah putih untuk di kibarkan.
Betapa beruntungnya kita saat
ini, yang tidak merasakan penderitaan di zaman itu. Jadi janganlah
menyepelekan hal kecil, seperti upacara bendera yang setiap hari
senin kita ikuti, karena itulah salah satu cara kita mengenang jasa
pahlawan kita.
Sekian pengalamanku semasa
mengikuti Paskibra :)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar