Minggu, 26 Oktober 2014

KONFLIK DALAM ORGANISASI



RESUME

KONFLIK DALAM ORGANISASI


Konflik berasal dari kata kerja configere yang artinya saling memukul. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa oleh individu. Hal ini menimbulkan perbedaan yang menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Karena ciri-ciri individu  dibawa dalam hal interaksisosial, konflik menjadi hal yang wajar. Mengapa? Karena organisasi merupakan gabungan atau kumpulan orang-orang dengan berbagai macam ide dan pendapat sehingga pasti akan muncul perbedaan pendapat yang dapat memicu konflik di dalam organisasi.

Kelompok ini menyajikan beberapa macam cara menyelesaikan konflik, yang terdiri dari:
1. Integrating (Problem Solving). 
2. Obliging (Smoothing). 
3. Dominating (Forcing). 
4. Avoiding (Menghindar). 
5. Compromising. 

Tercapainya tujuan suatu organisasi akan terlihatdengan cara bagaimana anggota antar organisasi itu menyelesaikan konflik tersebut. Disarankan dalam penyelesaian suatu konflik didalam suatu organisasi lebih baik diadakan musyawarah antar anggota dan harus menghindari konflik yang berlarut-larut dan apabila terjadi konflik sebaiknya segera diselesaikan dan dituntaskan agar tujuan organisasi dapat tercapai.

Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada kelompok 2:

1. Berikan contoh konflik dalam organisasi dancara menanganinya!
     Jawab : contoh konflik yang dapat menimbulkan konflik dan perbedaan pendapat adalah pemilihan ketua OSIS di Sekolah Menengah Atas. Cara penanganan konflik dapat dilakukan dengan cara compromising yang artinya memadukan kepentingan sendiridan pihak lain.

2. Bagaimana tanggapanmu tentang konflik sidang saat pemilihan ketua DPR?
         Jawab : menurut saya konflik yang terjadi saat pemilihan ketua DPR itu tidak seharusnya terjadi, karena yang namanya wakil rakyat harus memberi contoh dan bersikap yang baik bagi rakyatnya saat menangani perbedaan pendapat yang terjadi saat sidang tersebut.

3. Bagaimana dampak organisasi saat menyelesaikan konflik dengan cara 'problem solving'?
           Jawab : Menurut saya dampak yang ditimbulkan adalah membutuhkan waktu yang cukup lama dalam menyelesaikan masalah sehingga cara penyelesaian ini kurang cocok untuk konflik yang harus di selesaikan secara langsung. Karena dalam menyelesaian masalah dengancara ini harus mengidentifikasikan masalah terlebih dahulu, kemudian mempertimbangkan, menganalisa dan kemudian memilih alternatif pemecahan masalah yang sesuai dengankonflik tersebut.

4. Diantara kelima penyelesaian maslaah, manakah cara yang paling efektif dalam penyelesaian konflik?
          Jawab : Menurut saya saat kita menyelesaikan masalah, kita harus tau tingkatan-tingkatan konflik yang kita hadapi agar kita bisa mengelompokkan ke dalam penyelesaian konflik yang sesuai dengan tingkatan penyelesaiannya. Tetapi cara yang paling sering digunakan adalah cara Compromising, karena cara inimenyeimbangkan kepentingan sendiri danpihak lain, sehingga tidak ada yang merasa di rugikan.

Nama : Tengku Wardah
NPM  : 18113846
Kelas :  2KA13
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar