Hewan - Hewan Purba Yang Masih Hidup Di Zaman Ini !
1. Kera (Gigantopithecus)
adalah
kera terbesar yang pernah ditemukan hingga saat ini. Tinggi mereka
diperkirakan mencapai sekitar 3 meter. Mereka ditemukan di beberapa
wilayah di asia, termasuk China. Gigantopithecus hidup pada akhir
periode Tersier sampai awal periode Kuarter. Gigantopithecus adalah
omnivora, memakan bambu dan tanaman lain.
Gigantopithecus ditemukan pertama kali tahun 1935, ketika seorang paleontolog Jerman menemukan fosil gigi yang dijual di toko obat China. Ia tahu bahwa gigi itu berasal dari primata yang belum teridentifikasi. Ada teori bahwa Gigantopithecus ini masih hidup sampai sekarang. Beberapa orang percaya bahwa hewan ini adalah yeti atau manusia salju yang katanya hidup di Himalaya.
Gigantopithecus ditemukan pertama kali tahun 1935, ketika seorang paleontolog Jerman menemukan fosil gigi yang dijual di toko obat China. Ia tahu bahwa gigi itu berasal dari primata yang belum teridentifikasi. Ada teori bahwa Gigantopithecus ini masih hidup sampai sekarang. Beberapa orang percaya bahwa hewan ini adalah yeti atau manusia salju yang katanya hidup di Himalaya.
2. Buaya (Super
Croc)
Super
Croc adalah nama lain dari buaya super jumbo ini. Bagaimana tidak,
dengan panjang sekitar 11-13 meter (40 kaki) dan memiliki berat
sekitar 8 ton, menjadikan Super Croc dianggap nenek moyang para
buaya. Diperkirakan Super Croc hidup sekitar 110 juta tahun lalu.
Yaitu, pada Zaman Kapur Tengah, semasa dengan para dinosaurus.
Dikenal sebagai predator paling ganas di era Jurassic, Super Croc dapat bergerak dengan kecepatan mengagumkan, sekitar 40-60 km/jam. Tidak hanya handal mengejar buruannya di dalam air, buaya ganas ini mampu melakukan hal sama baiknya di daratan. Mengoyak mangsa dengan deretan gigi-gigi besar dan tajam berjumlah lebih dari 100.
Dengan tubuh ekstra besar, Super Croc memangsa segala jenis hewan, termasuk dari jenis dinoasurus yang juga berukuran sama besar. Boleh dibilang, Super Croc adalah predator berdarah dingin. Pembantai utama hewan-hewan jaman prasejarah, baik di air maupun di daratan. Momok yang ditakuti dan dihindari.
Tidak seperti lazimnya buaya saat ini, Super Croc punya moncong super panjang dan dipenuhi dengan gigi seri besar. Para ahli berasumsi bahwa ini mengindikasikan Super Croc mampu memakan ikan dalam jumlah yang besar.
Pada ujung moncong, terlindung rongga besar di bawah lubang hidung. Diduga, ini sebagai kamuflase dari indera penciuman yang disempurnakan. Selain itu, soket mata Super Croc terletak miring ke atas, berbeda dengan buaya-buaya sekarang.
Dikenal sebagai predator paling ganas di era Jurassic, Super Croc dapat bergerak dengan kecepatan mengagumkan, sekitar 40-60 km/jam. Tidak hanya handal mengejar buruannya di dalam air, buaya ganas ini mampu melakukan hal sama baiknya di daratan. Mengoyak mangsa dengan deretan gigi-gigi besar dan tajam berjumlah lebih dari 100.
Dengan tubuh ekstra besar, Super Croc memangsa segala jenis hewan, termasuk dari jenis dinoasurus yang juga berukuran sama besar. Boleh dibilang, Super Croc adalah predator berdarah dingin. Pembantai utama hewan-hewan jaman prasejarah, baik di air maupun di daratan. Momok yang ditakuti dan dihindari.
Tidak seperti lazimnya buaya saat ini, Super Croc punya moncong super panjang dan dipenuhi dengan gigi seri besar. Para ahli berasumsi bahwa ini mengindikasikan Super Croc mampu memakan ikan dalam jumlah yang besar.
Pada ujung moncong, terlindung rongga besar di bawah lubang hidung. Diduga, ini sebagai kamuflase dari indera penciuman yang disempurnakan. Selain itu, soket mata Super Croc terletak miring ke atas, berbeda dengan buaya-buaya sekarang.
3. Ikan Hiu
Megalodon adalah spesies ikan hiu purba raksasa yang hidup sekitar 20 hingga 1,2 juta tahun lalu. Hiu ini berukuran lebih besar dari sebuah kapal pesiar. Namanya sendiri berarti "gigi yang besar". Hewan ini termasuk jenis hiu perairan dalam yang jarang naik ke permukaan kecuali untuk mencari mangsa.
Isu yang tersebar, meski hiu ini belum pernah ditemukan dalam keadaan hidup, banyak di antara kalangan ilmuwan berpendapat bahwa hiu ini masih hidup, dan termasuk fosil hidup. Keturunan dekat hiu ini adalah hiu putih.
4. Rusa
Rusa
raksasa ini hidup di jaman es (Ice Age) sekitar 7.700 sampai 10.500
yang lalu, fosilnya banyak ditemukan di daerah Irlandia, sebagian
wilayah Eropa hingga Asia tengah. Tingginya bisa mencapai 2.5 meter
dan tanduk rusa jantan tumbuh luar biasa besarnya mencapai lebar 4
meter. Berat tubuhnya antara 400 - 500 kg. Hewan ini punah bersamaan
dengan berakhirnya jaman es.
5. Pinguin
Penguin
seukuran manusia ini hidup sekitar 35 juta tahun lampau di Amerika
selatan, dan mereka tidak memerlukan es untuk bertahan hidup !!
Diperkirakan mereka bermigrasi ke daerah kathulistiwa yg lebih panas
dan tiada es disekitar Peru masa kini. Fosilnya sendiri ditemukan di
gurun Atacama, Peru.
Tingginya mencapai 1.5 meter (4.5 ft) dan panjang paruhnya mencapai 0.3 meter (1 ft).
Tingginya mencapai 1.5 meter (4.5 ft) dan panjang paruhnya mencapai 0.3 meter (1 ft).
6. Ular
Titanoboa
yang hidup sekitar 60 hingga 58 juta tahun yang lalu pada periode
Paleosen. Ular ini termasuk ke dalam ular yang tak berbisa.
Satu-satunya spesies dalam genus ini yang diketahui adalah Titanoboa
cerrejonensis. Titanoboa cerrejonensis memiliki panjang 13 m dengan
massa lebih dari 1.100 kg, dan memiliki lebar 100cm. Fosil 28
Titanoboa cerrejonensis ditemukan di tambang batu bara Cerrejón di
Kolombia utara tahun 2009.
7. Semut
Sejauh
ini adalah spesies semut terbesar yg pernah dilaporkan, hidup didasar
hutan hujan di daratan Eocene (benua purba) sekitar 44 - 49 juta
tahun lampau. Semut pekerja tumbuh hingga sepanjang 3 cm, sedangkan
semut ratu panjangnya mencapai 5.5 cm dan lebar sayapnya 13 cm.
Mereka tidak memiliki sengat dan hanya mengandalkan semprotan cairan
asam (acid) untuk pertahanan diri, dan hidup berkoloni seperti semut
masa kini. Semut ini adalah karnivora yg kemungkinan memakan apa saja
yg lewat didepan mereka, mirip dgn semut tentara sekarang.
Fosil Formicium giganteum ditemukan di Messel dan Eckfeld Maar, Jerman.
Fosil Formicium giganteum ditemukan di Messel dan Eckfeld Maar, Jerman.
8. Capung
Meganeura
monyi adalah capung presejarah yang hidup dijaman Carboniferous (300
juta tahun lampau), mirip dan berhubungan dengan capung masa sekarang
tapi dengan ukuran yang berbeda. Dengan lebar sayap dari ujung ke
ujung lebih dari 75 cm (2 ft), ini adalah spesies serangga terbang
terbesar yang pernah hidup dimuka bumi. Meganeura adalah makhluk
predator, memangsa amphibi kecil dan serangga lainnya. Fosilnya
banyak ditemukan di Perancis dan Inggris.
9. Laba - laba
Menurut
Paul Selden, direktur Institut Paleontologi di University of Kansas,
ia bersama anggota timnya telah menemukan fosil laba-laba terbesar.
Fosil tersebut ditemukan di dalam abu vulkanik purba yang terletak di
Mongolia, tempat bersemayamnya fosil Daohugoa. Laba-laba baru ini,
yang diberi nama Nephila Jurassica, memiliki panjang sekitar dua inci
dan hidup di Pertengahan Jurassic sekitar 165 juta tahun yang
lalu.
Dipublikasikan dalam Biology Letters, Selden dan timnya mengatakan bahwa laba-laba ini hidup di iklim yang lebih tropis daripada tempat di mana ia ditemukan saat ini, menunjukkan bahwa kawasan tersebut telah mengalami perubahan iklim yang besar. Mereka meyakini bahwa laba-laba ini berasal dari Pangea (superbenua). Nephila jurassica, seperti halnya laba-laba di masa modern, tinggal di dalam jaring, yang mungkin terletak di dalam hutan terbuka atau dekat dengan sumber air.
Hingga penemuan ini, fosil genus Nephila tertua adalah berusia 34 juta tahun, membuat fosil ini beserta asal usul laba-laba Nephila jauh lebih tua dari yang diperkirakan. Meskipun fosil laba-laba ini adalah yang terbesar yang pernah ditemukan, tapi bukanlah yang tertua. Fosil laba-laba lain yang ditemukan berusia 310 juta tahun (Eocteniza silvicola dan Protoctenzia Britannica), namun bukan genus Nephila.
Pemintal laba-laba ini, atau organ pemintalan sutra, yang terlihat pada kaki fosilnya, menunjukkan bahwa ia mampu memutar luas jaringnya, tahan lama hingga mampu menangkap berbagai serangga. Laba-laba Nephila yang lebih besar saat ini, bertumbuh hingga panjang kakinya mencapai empat atau lima inci, mampu memintal jaring yang bahkan cukup kuat untuk menjebak burung kecil dan kelelawar.
Dipublikasikan dalam Biology Letters, Selden dan timnya mengatakan bahwa laba-laba ini hidup di iklim yang lebih tropis daripada tempat di mana ia ditemukan saat ini, menunjukkan bahwa kawasan tersebut telah mengalami perubahan iklim yang besar. Mereka meyakini bahwa laba-laba ini berasal dari Pangea (superbenua). Nephila jurassica, seperti halnya laba-laba di masa modern, tinggal di dalam jaring, yang mungkin terletak di dalam hutan terbuka atau dekat dengan sumber air.
Hingga penemuan ini, fosil genus Nephila tertua adalah berusia 34 juta tahun, membuat fosil ini beserta asal usul laba-laba Nephila jauh lebih tua dari yang diperkirakan. Meskipun fosil laba-laba ini adalah yang terbesar yang pernah ditemukan, tapi bukanlah yang tertua. Fosil laba-laba lain yang ditemukan berusia 310 juta tahun (Eocteniza silvicola dan Protoctenzia Britannica), namun bukan genus Nephila.
Pemintal laba-laba ini, atau organ pemintalan sutra, yang terlihat pada kaki fosilnya, menunjukkan bahwa ia mampu memutar luas jaringnya, tahan lama hingga mampu menangkap berbagai serangga. Laba-laba Nephila yang lebih besar saat ini, bertumbuh hingga panjang kakinya mencapai empat atau lima inci, mampu memintal jaring yang bahkan cukup kuat untuk menjebak burung kecil dan kelelawar.
YANG TERAKHIR MILIK DARI NEGARA
KITA.... :)
10. KOMODO
Megalania
adalah kadal sejati terbesar yang pernah ada.Itu sekitar tiga kali
besar Komodo di Nusa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar