Chapter 3: Kisah Kedua-Semerbak Malam
Junaydi Kindi adalah seorang pedagang terkenal di kota Belh. Nasab ibunya sampai pada cucu sahabt terkenal, Afif al-Kindi.Ia mengikuti fikih Imam Azam.Sahabat dekatnya, Husrev Bey, memiliki pemahaman yang berbeda dengan Itsna Asyariyah ini. Tetapi mereka selalu sepemahaman masalah Imam Azam yang berteman baik dengan Imam Ja'far Sadiq.
Junaydi Kindi datang ke kota Karbala dengan maksud mengunjungi tanah suci. Dari sini ia beranjak menuju Nergis Han dengan menaiki unta. Di sana ia menyendiri di bagian Layli Syamma yang berbatasan dengan serambi, delapan pasang tiang.
Layli Syamma berarti sedap malam. Di tempat ini para pengunjung mengkhatamkan Alquran dan bertakarub kepada Allah dengan terus memperbanyak membaca tasbih. Dan malam ini, ruangan terasa begitu sunyi, seolah-olah berada dalam alam barzah yang memisahkan alam kehidupan dan hakikat. Inilah majelis Layli Syamma, tempat penafsir mimpi.
Saat datang pertama kali ke tanah Karbala, ia langsung infakkan hartanya utnuk membangun sebuah madrasah. Untuk itu ia meminta teman dekatnya, Husrev Bey agar mencarikan guru yang akan mengajari siswa-siswa belajar menulis, membaca, dan agama.
"Ibunda kita Fatimah az-Zahra tidak henti-hentinya menekankan kepada semua orang disekitarnya utnuk benar-benar mengajari baca tulis anak mereka, terutama sepanjang empat tahun empat bulan, empat hari. Bagaimana kita bersama-sama menunaikan sunah ini, Husrev Bey?" tanyanya saat malam pertama sampai di Nergis Han.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar