PENULIS : Sibel Eraslan
PENERJEMAH : Aminahyu Fitriani
PENERBIT : Kaysa Media
Buku ini menceritakan tentang kisah az-Zahra yang begitu sepi, sedangkan sebelum kepergiannya yang senyap Fatimah menandai sebuah narasi hidup tentang keperkasaan wanita.
Chapter 1: EPILOG
Zebun bin Mestan Efendi, seorang penyair yang kehilangan tempat tinggalnya karena habis dimakan api. Toko-toko dan deretan penginapan yang ia tempati juga berubah menjadi abu. bukan hanya itu, semua investasinya berikut alat tulis, tinta dan 72 buku tulispun dilahap oleh kobaran api.
Salah satu karya agungnya adalah Diwan Azzahra, buku yang berkisah tentang ibunda Fatimah dan keluarga. Karya besar milik Zebun Mestan ini kerap menarik perhatian Wali Kota. Tapi siapa sangka, karya agungnya itu di akui oleh puluhan orang yang berbohong telah menulis karya seindah itu. Pada akhirnya mereka semua di penjara karena titah sang Wali Kota.
Seolah-olah apa yang ia alami adalah tabir dari mimpinya. Apa yang lebih susah di dunia ini dari seorang tak berdosa yang terpaksa harus membuktikan ketidakberdosaannya? Pikirnya.
Zebun Mestan akan membuktikan kepada sang Wali Kota di muka umum bahwa ia adalah penulis karya Agung tersebut. Genap 40 hari ia mengutarakan 40 cerita yang ada di dalam buku Diwan Azzahra.
"Jikalau diperkenankan selamat dari kejadian ini, aku tidak akan menulis lagi barang satu bait sekalipun," katanya seraya mulai bercerita..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar