T.M. FADHIL
Aku punya adik cowok, namanya Tengku Muhammad Fadhil. Waktu kecil aku deket banget sama dia, soalnya dia belum bandel. Dia anak yang sangat pemalu, bisa dibilang dia itu seperti anak itik, kemana-mana ngikutin induknya. Dia anak yang lucu (waktu itu). Dia sangat suka makan indomie goreng, saking sukanya dia pernah nangis ngejer sambil guling-giling gak jelas di lantai hanya karena mama gak ngasih dia makan mie. Akhirnya mamaku mengeluarkan senjata andalannya yaitu gesper alias tali pinggang yang di sabet ke lantai sampe suaranya menggelegar bagaikan petir (biar serem ceritanya). Bukannya takut si Fadhil makin nangis gak karuan. Hahahahaaa:D
Hal yang paling aku inget tentang Fadhil adalah saat dia selesai mandi, dan mamaku memakaikan bedak ala-ala anak kecil yang sedikit cemong, eeh si Fadhil malah minta tambahin bedak babynya itu. Awalnya mamaku nggak ngerti kenapa dia minta pakein bedak secemong itu. Ternyata faktornya adalah gitaris Scorpions salah satu band legendaris kesukaan papaku. Kenapa? Karena warna kulit si gitaris itu yang sangat putih dan warna rambutnya yang juga pirang cerah dengan kacamata hitam menghiasi wajahnya. Si Fdahil dengan PD nya minta foto sama mama, dan akhirnya mamaku mengeluarkan kamera digitalnya (jaman dulu mamaku belum gaul pake kamera hp) dan memoto Fadhil dengan wajah cemongnya dan kacamata hasil pinjem tetangga sebelah.
Tahun 2002 si Fadhil masuk TK islam Ulil Albab. Di sana dia di ajarin berbagai macam surah-surah pendek dan doa-doa. Dan setelah dia masuk TK, dia seperti ustad versi kecil yang mengingatkan aku mama dan papa untuk sholat, padahal dia belum ngerti dengan sholat :D. Dia juga ngajarin aku surah-surah pendek dan doa-doa yang dia hapal. Dan kalian tau? Sekarang aku hapal ayat kursi karena jasa si Fadhil. Hebat gak akuuu? Ups, oke salah, Fadhil yang hebat. Anak sekecil itu udah bisa hapal surah-surah pendek dan doa-doa seperti doa orang tua, doa masuk rumah, doa keluar rumah, doa masuk mobil, doa bercermin, doa masuk kamar mandi doa, doa makan minum, dan masih banyak lagi.
Tapi sekarang aku makin jauh sama dia semenjak dia makin besar. Mungkin karena sudah punya kesibukan masing-masing. Malah kita di rumah udah kaya gak saling kenal, saling nyapa aja nggak (kecuali kalo ada perlu). Bukan hanya itu, kita sama sekali nggak tau nomor HP dan segala macam akun sosmed yang kita punya.
Dia sangat suka main game online. Saking sukanya itu warnet udah kaya rumah keduanya. Mama dan papaku sudah tegur dia, memarahi dia, tetapi kayanya dia anggep bagaikan angin lalu yang berhembus. Hahahahaa. Yaaah begitulah adikku yang aku punya.
Dia sangat suka main game online. Saking sukanya itu warnet udah kaya rumah keduanya. Mama dan papaku sudah tegur dia, memarahi dia, tetapi kayanya dia anggep bagaikan angin lalu yang berhembus. Hahahahaa. Yaaah begitulah adikku yang aku punya.
Sekian sedikit cerita tentang adikku. See you:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar