NAMA : TENGKU WARDAH
NPM : 18113846
KELAS : 3KA13
MATA KULIAH : BAHASA INDONESIA 1#
PERANAN DAN
FUNGSI BAHASA INDONESIA
PENGERTIAN
BAHASA
Bahasa (dari bahasa Sanskerta भाषा, bhāṣā) adalah kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk memperoleh
dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks. Kajian ilmiah terhadap bahasa
disebut dengan linguistik.
Menurut para ahli
bahasa adalah :
Pengertian Bahasa menurut (Depdiknas,
2005 : 3) bahasa pada hakikatnya adalah ucapan pikiran dan perasaan manusia secara
teratur, yang mempergunakan bunyi sebagai alatnya.
Pengertian Bahasa menurut Harun
Rasyid, Mansyur dan Suratno (2009 : 126) bahasa merupakan struktur dan makna
yang bebas dari penggunanya, sebagai tanda yang menyimpulkan suat tujuan.
Pengertian Bahasa menurut Plato bahasa
pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantara onomata
(nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide
seseorang dalam arus udara lewat mulut.
Pengertian Bahasa menurut Bill Adams
bahasa adalah sebuah sistem pengembangan psikologi individu dalam sebuah
konteks inter-subjektif.
Secara singkat dapat dikatakan fungsi bahasa sebagai berikut.
- Sebagai alat berkomunikasi
- Sebagai alat penyampaian rasa santun
- Sebagai penyampaian rasa keakraban dan hormat
- Sebagai alat pengenalan diri
- Sebagai alat penyampaian solidaritas
- Sebagai alat penopang kemandirian bangsa
- Sebagai alat penyalur uneg-uneg
- Sebagai cermin peradaban bangsa
KEDUDUKAN
DAN FUNGSI BAHASAINDONESIA SECARA UMUM
Kita tahu bahwa bahasa sebagai alat
komunikasi lingual manusia, baik secara
terlisan maupun tertulis. Ini adalah fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan
dengan status dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari- hari, yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status, bahasa tidak dapat ditinggalkan. Ia selalu mengikuti kehidupan manusia sehari-hari, baik sebagai manusia anggota suku maupun anggota bangsa. Karena kondisi dan pentingnya bahasa itulah, maka ia diberi ‘label’ secara eksplisit oleh pemakainya yang berupa kedudukan dan fungsi tertentu.
terlisan maupun tertulis. Ini adalah fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan
dengan status dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari- hari, yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status, bahasa tidak dapat ditinggalkan. Ia selalu mengikuti kehidupan manusia sehari-hari, baik sebagai manusia anggota suku maupun anggota bangsa. Karena kondisi dan pentingnya bahasa itulah, maka ia diberi ‘label’ secara eksplisit oleh pemakainya yang berupa kedudukan dan fungsi tertentu.
Kedudukan dan fungsi bahasa yang dipakai
oleh pemakainya ( masyarakat
bahasa) perlu dirumuskan secara eksplisit, sebab kejelasan ‘label’ yang diberikan akan mempengaruhi masa depan bahasa yang bersangkutan. Pemakainya akan menyikapinya secara jelas terhadapnya. Pemakaiannya akan memperlakukannya sesuai dengan ‘label’ yang dikenakan padanya.
bahasa) perlu dirumuskan secara eksplisit, sebab kejelasan ‘label’ yang diberikan akan mempengaruhi masa depan bahasa yang bersangkutan. Pemakainya akan menyikapinya secara jelas terhadapnya. Pemakaiannya akan memperlakukannya sesuai dengan ‘label’ yang dikenakan padanya.
Di pihak lain, bagi masyarakat yang dwi
bahasa (dwilingual), akan dapat
‘memilah-milahkan’ sikap dan pemakaian kedua atau lebih bahasa yang
digunakannya. Mereka tidak akan memakai secara sembarangan. Mereka bisa
mengetahui kapan dan dalam situasi apa bahasa yang satu dipakai, dan kapan dan dalam situasi apa pula bahasa yang lainnya dipakai. Dengan demikian
perkembangan bahasa itu akan menjadi terarah. Pemakainya akan
berusaha mempertahankan kedudukan dan fungsi bahasa yang telah disepakatinya dengan, menyeleksi unsur-unsur bahasa lain yang ‘masuk’ ke dalamnya. Unsur-unsur yang dianggap menguntungkannya akan diterima, sedangkan unsur-unsur yang dianggap merugikannya akan ditolak.
‘memilah-milahkan’ sikap dan pemakaian kedua atau lebih bahasa yang
digunakannya. Mereka tidak akan memakai secara sembarangan. Mereka bisa
mengetahui kapan dan dalam situasi apa bahasa yang satu dipakai, dan kapan dan dalam situasi apa pula bahasa yang lainnya dipakai. Dengan demikian
perkembangan bahasa itu akan menjadi terarah. Pemakainya akan
berusaha mempertahankan kedudukan dan fungsi bahasa yang telah disepakatinya dengan, menyeleksi unsur-unsur bahasa lain yang ‘masuk’ ke dalamnya. Unsur-unsur yang dianggap menguntungkannya akan diterima, sedangkan unsur-unsur yang dianggap merugikannya akan ditolak.
Sehubungan dengan itulah maka perlu adanya
aturan untuk menentukan kapan, misalnya, suatu unsur lain yang mempengaruhinya
layak diterima, dan kapan seharusnya ditolak. Semuanya itu dituangkan dalam
bentuk kebijaksanaan pemerintah yang bersangkutan. Di negara kita itu disebut
Politik Bahasa Nasional, yaitu kebijaksanaan nasional yang berisi perencanaan,
pengarahan, dan ketentuan-ketentuan yang dapat dipakai sebagai dasar bagi
pemecahan keseluruhan masalah bahasa.
Dalam Konteks ini, bahasa yang kita
gunakan adalah bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia memiliki beberapa
fungsi-fungsi secara umum diantaranya adalah:
a. Sebagai bahasa Negara dan pemersatu
bangsa
Bahasa Indonesia
memiliki kedudukan yang sangat penting di Negara karena merupakan salah satu
dari ikrar sumpah pemuda tahun 1928 yang berbunyi Kami putra dan putri Indonesia
menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Bersumber dari hal
tersebut, Bahasa Indonesia juga memiliki fungsi sebagai pemersatu bangsa yakni
berarti kedudukan yang dimiliki lebih tinggi daripada bahasa-bahasa daerah yang
ada di Indonesia.
Indonesia memiliki
beragam budaya dan bahasa, untuk itu bahasa pemersatu diperlukan agar hubungan
komunikasi antar satu dengan yang lain tidak terhambat.
Sebagai contoh, misalnya
seorang pejabat daerah Manado mendapat tugas dinas di Jakarta aan tetapi dia
tidak bisa mengunakan bahasa Indonesia dan dia hanya menguasai bahasa daerah
manado. Tentu ketika dia telah tiba di Jakarta, tidak semua orang Jakarta dapat
mengerti apa yang dia bicarakan karena di Jakarta berbagai suku dan budaya ada.
Pejabat tersebut harus menggunakan bahasa Indonesia agar hubungan komunikasi
dalam perjalan dinasnya tidak mengalami hambatan.
b. Sebagai Alat komunikasi
Seperti yang telah
dijelaskan dalam point pertama tadi. Bahasa Indonesia tidak akan luput daripada
fungsi komunikasi. Karena komunikasi adalah hal yang paling utama diperlukan
saat menjalin hubungan dengan orang lain.
Contohnya adalah kita
berbicara bahasa Indonesia kepada guru atau dosen kita. Bahasa Indonesia dapat
menjadi alat yang membantu kita menyampaikan ide, gagasan, dan pemikiran kita.
c. Sebagai penunjuk identitas diri
Berkaitan dengan point
kedua, Bahasa Indonesia merupakan alat menyampaikan gagasan dan pemikiran kita
kepada orang lain sehingga dalam hal ini dapat dikatakan bahwa bahasa juga
sebagai penunjuk identitas diri. Dari cara berpikir kita, tata bahasa yang kita
gunakan serta idea pa saja yang telah kita tuangkan menggunakan bahasa
Indonesia dapat menggambarkan identitas diri kita.
Seperti contoh yang
baru-baru ini marak beredar adalah bahasa ala Vicky prasetyo. Vicky menggunakan
istilah-istilah bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang tidak lazim
digunakan sehingga menimbulkan keanehan seperti istilah konspirasi kemakmuran, labil
ekonomi dsb. Akan tetapi, di sisi lain kita jadi mengetahui bagaimana sosok
Vicky sebenarnya. Seperti apa cara berpikirnya dan bagaimana tata bahasanya.
d. Sebagai alat mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi
Dalam dunia pendidikan
di Indonesia, Bahasa Indonesia menjadi salah satu materi yang wajib diajarkan
mulai dari tingkat paling rendah hingga tingkat perguruan tinggi. Hal itu
terjadi karena Bahasa Indonesia merupakan alat untuk mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Diluar sana, banyak buku-buku yang menjadi sumber
pengetahuan menggunakan bahasa Indonesia. Di sisi lain, sebagai syarat
kelulusan mahasiswa perguruan tinggi juga harus menggunakan bahasa Indonesia
dengan baik dan benar untuk membuat suatu perkembangan ilmu pengetahuan dengan
sebuah ide yang menggunakan bahasa Indonesia kemudian dipaparkan dalam bentuk
tulisan ilmiah.
Sumber :
Poedjosoedarmo, Soepomo. 2001. Filsafat Bahasa. Surakarta.