NAMA : TENGKU WARDAH
NPM : 18113846
KELAS: 2KA13
“STRUKTUR
DAN DESAIN KEPEMIMPINAN”
A. KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan
adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh dari
pemimpin kepada pengukutnya untuk mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan
adalah melakukannya dalam kerja dengan praktik seperti pemagangan pada seorang
seniman ahli, pengrajin,dll.
Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain :
1. Seseorang
ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin. Seseorang menjadi pemimpin melalui
usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.
2. Seseorang
menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian
dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan
lingkungan.
Untuk mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan, lingkungan dan kemampuan.
Untuk mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan, lingkungan dan kemampuan.
Berikut
ini adalah beberapa jenis tipologi dari kepemimpinan :
Tipologi
kepemimpinan ada 5 yaitu :
- Tipe Otokratis: Seorang pemimpin yang otokratis adalah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, Dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.
- Tipe Militeristis: Perlu diperhatikan bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin
tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi
militer. Pemimpin yang bertipe militeristis adalah seorang pemimpin
yang memiliki sifat-sifat yang bergantung pada pangkat dan terlalu
formalitas yang berlebih-lebih serta dituntut sopan santun yang tinggi.
- Tipe
Paternalistis: Seorang
pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang
yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia
yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang
memberikan bawahannya kesempatan berpendapat, mengeluarkan inisiatif, dan
selalu bersikap maha tau.
- Tipe Karismatik: Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu.
- Tipe Demokratis: Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe
pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal
ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai
berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari
pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu
berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan
kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima
saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha
mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas
memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat
kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat
kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain,
selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan
berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin. menjadi
pemimpin yang demokrasi adalah yang paling susah karena tipe kepemimpinan
ini yang paling ideal.
B. FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI KEPEMIMPINAN
- Faktor
Internal: Sebagai seorang
pemimpin tentu memiliki karakter unik yang membedakan dia dengan orang
lain. Keunikan ini tentu akan berpengaruh pada pandangan dan cara ia
memimpin. Ada karakter bawaan yang menjadi ciri pemimpin sebagai individu,
ada kompetensi yang terbentuk melalui proses pematangan dan pendidikan.
- Faktor
Eksternal: adalah faktor
bawahan dan situasi. Faktor bawahan adalah faktor yang disebabkan oleh
karakter bawahan, di dalamnya terkait dengan status sosial, pendidikan,
pekerjaan, harapan, agama dll. Faktor-faktor itu tentu akan menentukan
bagaimana pemimpin mengatur dan mempengaruhinya.